JATI BELANDA, si herba Peluruh Lemak

Comments Off on JATI BELANDA, si herba Peluruh Lemak

Jati Belanda merupakan salah satu tanaman yang banyak digunakan sebagai bahan baku obat tradisional. Berdasarkan analisa fitokimia dalam daun jati belanda terkandung triterpen, sterol, alkaloid, karotenoid, flavonoid, tanin, mucilago, karbohidrat dan saponin.

Senyawa tanin dan mucilago yang terkandung dalam tanaman jati belanda dapat mengendapkan mukosa protein yang ada di dalam permukaan intestin (usus halus) sehingga mengurangi penyerapan makanan. Dengan demikian, proses obesitas dapat dihambat. Mucilago juga bersifat pelicin atau pelumas sehingga makanan tidak diberi kesempatan untuk diabsorbsi atau diserap.

PENELITIAN PADA JATI BELANDA

Fakultas Farmasi, Universitas Airlangga pada tahun 1986 telah melakukan penelitian pengaruh pemberian daun jati belanda terhadap kadar kreatin dan urea pada serum darah kelinci. dari hasil penelitian tersebut, ternyata pemberian daun jati belanda selama 2 bulan tidak menaikkan kadar kreatin dan urea.

Sementara  itu, Universitas Airlangga tahun 1987 telah melakukan penelitian pengaruh pemberian seduhan daun jati belanda terhadap aktivitas enzim SGOT, SGPT, dan SGGT. Dari hasil penelitian tersebut, ternyata pemberian seduhan daun jati belanda selama 1 bulan tidak berpengaruh terhadap aktivitas enzim SGOT, SGPT, dan SGGT. Hal ini dapat digunakan sebagai dasar untuk mengetahui ada tidaknya kelainan fungsi hati setelah pemberian jati belanda.

Jurusan Biologi, FMIPA Universitas Airlangga tahun 1987 telah melakukan penelitian pengaruh pemberian infus daun jati belanda terhadap berat bdan mencit. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa  pemberian infus daun jati belanda 5%, 10%, 15%, dan 20%, masing-masing sebanyak 0,5 ml dapat menurunkan berat badan mencit. Pemberian infus daun jati belanda 15% dan 20%, masing-masing 0,5 ml dapat menurunkan jumlah makanan mencit.

Diketahui di dalam jati belanda terkandung zat yang berperan sebagai astringent, yaitu menciutkan lapisan permukaan usus sehingga mengurangi kepekaan sekresi yang dapat menekan pristatik (=gerakan normal usus ketika mencerna makanan) usus. 

Selain itu, jati belanda juga bermanfaat untuk menurunkan kadar kolesterol, juga sebagai astringent.

Cara Pengolahan Jati Belanda secara TRADISIONAL :

1. Direbus —> 20 lembar daun jati belanda segar dicuci dan dipotong-potong, kemudian direbus dengan air bersih sebanyak kira-kira 3 gelas, setelah dingin, kemudian disaring dan diminum 2-3 kali sehari.

2. Diseduh —> daun dikeringkan, digiling menjadi serbuk, ambil 20 gram serbuk, seduh dengan air panas, kemudian disaring dan diminum sehari 2 kali.

Seiring kemajuan zaman, jati belanda sudah banyak dibuat dalam bentuk ekstrak yang sudah dikemas dalam sediaan kapsul dan dalam bentuk Teh sehingga lebih praktis untuk dikonsumsi.

manfaat utama JATI BELANDA :

–  Pelangsing Tubuh

– Menurunkan Kolesterol

Saat ini di klinik Suhu Yo juga bekerja sama dengan salah satu perusahaan Jamu, dimana menciptakan ramuan Jati belanda di kombinasikan dengan daun Shaga yang bertujuan memaksimalkan dalam pencapaian, kepada orang-orang yang menderita Kadar Kolesterol berlebih dan Orang-Orang yang merasa berat badannya berlebihan (obesitas). Produk tersebut dalam bentuk Teh celup dengan merk ” Teh Slim Dewi Murni”.

Harga Produk tersebut sangat-sangat terjangkau sekali dengan harga eceran 65 ribu rupiah dengan isi 65 pcs tea bag.

TESTIMONI :

Produk tersebut sudah diproduksi sejak 5 tahun yang lalu dan sangat efektif dikonsumsi oleh penderita kadar kolesterol berlebih dan penderita obesitas (berat badan berlebih). Akan maksimal apabila digabungkan dengan melakukan metode Akupunktur.

Apabila Anda ingin mencoba mengkonsumsinya, ataupun ingin menjadi Re-seller produk tersebut, silakan email kami di hendra_chen_ciu@yahoo.com

Salam Sehat Slalu, sinshe hendra chen, spesialis akupunktur nyeri.

Comments are closed.