Sejarah adanya BakCang
Jun 25
Uncategorized Comments Off on Sejarah adanya BakCang
Apakah Anda sama dengan Saya, yang selama ini tahu bentuk bakcang, tahu rasanya bakcang, tapi hanya sekedar tahu fisiknya saja, tanpa mengetahui asal-usulnya ? Ternyata asal usul Bakcang sungguh suatu sejarah menarik di masa lalu… Maka dari itu saya tertarik menuliskan di blog ini… Semoga teman-teman juga bisa mengetahui sejarahnya.
Asal-Usul
Berdasarkan catatan sejarah dan cerita turun menurun dalam masyarakat Cina, asal usul festival ini dapat dirangkum menjadi 2 kisah :
Kisah pertama : Peringatan atas Qu-Yuan
Qu-Yuan ( 339 sm – 277 sm ) adalah seorang Menteri Negara Chu di zaman negara-negara berperang. Ia adalah seorang pejabat yang berbakat dan setia pada negaranya, banyak memberikan ide untuk memajukan negara Chu, dan bersatu dengan negara Qi untuk memerangi negara Qin. Namun sayang, Ia justru di kritik oleh keluarga Raja yang tidak senang padanya dan berakhir dengan pengusirannya dari ibukota negara Chu. Dalam keadaan sedih karena kecemasannya akan masa depan negara Chu, ia kemudian bunuh diri dengan melompat ke sungai Miluo. Peristiwa ini tercatat dalam buku sejarah Shi Ji. Lalu menurut legenda, Ia melompat ke sungai pada tanggal 5 bulan 5. Rakyat yang merasa sedih kemudian mencari-cari jenazah sang Menteri di sungai tersebut. Mereka lalu melemparkan nasi dan makanan lain ke dalam sungai dengan maksud agar ikan dan udang yang terdapat dalam sungai tersebut tidak mengganggu jenazah sang Menteri. Agar makanan tersebut tidak dimakan oleh Naga yang berada di dalam sungai, mereka kemudian membungkusnya dengan daun-daunan, sebagaimana yang kita kenal sebagai bakcang sekarang. Para nelayan yang mencari-cari jenazah sang Menteri dengan berperahu akhirnya menjadi cikal bakal dari perlombaan perahu Naga yang digelar setiap tahunnya.
Kisah kedua : Perayaan Duan Wu Jie
Duan Wu Jie atau yang dikenal dengan sebutan festival Peh Cun di kalangan Tionghoa-Indonesia merupakan salah satu festival penting dalam kebudayaan dan sejarah Cina. Peh Cun adalah dialek Hokkian untuk kata Pachuan (bahasa Indonesia : mendayung perahu). Walaupun perlombaan perahu Naga bukan lagi praktik umum di kalangan Tionghoa-Indonesia, namun istilah Peh Cun tetap digunakan untuk menyebut festival ini. Festival ini dirayakan setiap tahunnya pada tanggal 5 bulan 5 penanggalan Imlek dan telah berumur lebih dari 2300 tahun dihitung dari masa Dinasti Zhou. Perayaan festival ini biasanya diikuti dengan kegiatan makan bakcang dan perlombaan dayung perahu Naga. Karena dirayakan secara luas di seluruh Cina, maka dalam bentuk kegiatan dalam pelaksanaannya perayaan ini juga berbeda di dari satu daerah dengan daerah lainnya. Namun, persamaannya masih lebih banyak daripada perbedaannya.
Sumber cerita tersebut saya kutip pada saat Festival Bakcang yang diadakan di Gedung Sekolah Candranaya lama di jalan gajah mada, yang gedung tersebut menyatu dengan apartemen Green Central City.
Salam Sehat selalu, Sinshe Hendra Chen……
RSS




