{"id":48,"date":"2011-09-21T05:11:02","date_gmt":"2011-09-21T05:11:02","guid":{"rendered":"http:\/\/www.sinshenyeri.com\/?p=48"},"modified":"2011-09-21T05:11:02","modified_gmt":"2011-09-21T05:11:02","slug":"nyeri-haid","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.sinshenyeri.com\/?p=48","title":{"rendered":"Nyeri Haid"},"content":{"rendered":"<p>Adakalanya , bagi sebagian perempuan, menstruasi menjadi momok yang kehadirannya membuat rasa cemas. Apalagi kalau si masalah bulanan itu tiba menimbulkan rasa nyeri tak tertahankan. Terkadang mereka bisa merasakan kram perut bagian bawah sampai pinggang, sakit punggung, hingga sakit kepala.<\/p>\n<p>Kondisi tersebut seringkali digambarkan sebagai\u00a0NYERI HAID atau dalam bahasa Yunani ialah DISMENORE.\u00a0Biasanya rasa itu timbul di awal-awal menstruasi dengan berbagai tingkatan, dari nyeri sangat hebat tapi bisa pula amat ringan, akibat adanya\u00a0kontraksi atau gerakan otot-otot rahim yang kuat.\u00a0Gangguan haid ini bisa diakibatkan oleh patologi (adanya gangguan pada organ reproduksi wanita) atau idiopatik. Keluhan ini banyak ditemukan wanita usia muda dan usia 20-an dimana keluhan biasanya hilang dengan pertambahan usia (kalau tidak kunjung mereda, perlu dilakukan pemeriksaan lebih lanjut lagi).<\/p>\n<p>Gejala biasanya terjadi segera setelah ovulasi dan dapat berlangsung sampai menstruasi selesai. Ini karena biasanya nyeri haid sering dihubungkan dengan perubahan hormon dalam tubuh yang terjadi saat ovulasi.\u00a0Penelitian di Norway menunjukkan, 14 persen dari wanita usia 20 hingga 35 tahun mengalami gejala sangat berat sehingga tidak bisa sekolah atau bekerja. Ada\u00a0dua jenis nyeri haid yang bisa terjadi pada perempuan yaitu primer (idiopatik) dan sekunder.\u00a0Pada primer, biasanya dimuai sejak pertama kali mendapat haid dan kadang-kadang hilang sendiri setelah melahirkan.\u00a0Nyeri ini dinyatakan juga sebagai primer jika tidak ditemukan kelainan atau gangguan dari organ reproduksi.<\/p>\n<p>Penyebab pasti nyeri haid hingga kini belum diketahui secara pasti, namun beberapa faktor diduga sebagai pemicunya ialah faktor psikis dimana pada usia muda emosi masih belum stabil, faktor endokrin yang terjadi karena adanya kontraksi rahim berlebihan.\u00a0Sedangkan nyeri haid sekunder, disebabkan oleh gangguan organ reproduksi.<\/p>\n<p>Untuk mengatasi keluhan Nyeri Haid (dismenore) dapat dilakukan dengan melalui metode Akupuntur (tusuk jarum) di titik-titik tertentu yang berfungsi memperbaiki dan memperkuat organ-organ yang berkaitan erat dengan sistem yang mengatur proses terjadinya menstruasi. Seringkali Saya jumpai Pasien dengan keluhan tersebut hanya dengan menjalankan antara\u00a06 sampai dengan\u00a012 kali melakukan terapi Akupuntur dengan rutin, masalah mereka bisa teratasi, dan hidup mereka lebih happy tanpa adanya keluhan nyeri haid yang menyerang disaat masa bulanan datang.<\/p>\n<p>Semoga bermanfaat, Tuhan memberkati kita semua !<\/p>\n<div class=\"al2fb_like_button\"><div id=\"fb-root\"><\/div><script type=\"text\/javascript\">\n(function(d, s, id) {\n  var js, fjs = d.getElementsByTagName(s)[0];\n  if (d.getElementById(id)) return;\n  js = d.createElement(s); js.id = id;\n  js.src = \"\/\/connect.facebook.net\/en_US\/all.js#xfbml=1&appId=www.facebook.com\/hendra.chen.948\";\n  fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs);\n}(document, \"script\", \"facebook-jssdk\"));\n<\/script>\n<fb:like href=\"https:\/\/www.sinshenyeri.com\/?p=48\" layout=\"button_count\" show_faces=\"true\" width=\"450\" action=\"recommend\" font=\"arial\" colorscheme=\"light\" ref=\"AL2FB\"><\/fb:like><\/div>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Adakalanya , bagi sebagian perempuan, menstruasi menjadi momok yang kehadirannya membuat rasa cemas. Apalagi kalau si masalah bulanan itu tiba menimbulkan rasa nyeri tak tertahankan. Terkadang mereka bisa merasakan kram perut bagian bawah sampai pinggang, sakit punggung, hingga sakit kepala. Kondisi tersebut seringkali digambarkan sebagai\u00a0NYERI HAID atau dalam bahasa Yunani ialah DISMENORE.\u00a0Biasanya rasa itu timbul [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[1],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.sinshenyeri.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/48"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.sinshenyeri.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.sinshenyeri.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.sinshenyeri.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.sinshenyeri.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=48"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/www.sinshenyeri.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/48\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":50,"href":"https:\/\/www.sinshenyeri.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/48\/revisions\/50"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.sinshenyeri.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=48"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.sinshenyeri.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=48"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.sinshenyeri.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=48"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}